“Dia datang sepagi ini, sungguh mengherankan” heranku saat melihat Melisa menyandarkan kepalanya di meja kelasku. Tidak seperti biasanya, dia selalu terlambat masuk kelas dan hukumanlah yang selalu diberikan pak guru padanya. Melisa memang anak yang keras kepala, aku sebagai temannya selalu menasehatinya agar tidak terus menerus bermain gadget sampai larut malam. Cuek, cuek dan selalu saja aku yang dicueki olehnya. Karena omonganku selalu tidak digubris olehnya, aku memutuskan berhenti memberinya nasehat yang sebenarnya bermaksud untuk kebaikannya sendiri. “Mel, mel, melisa” suaraku agak meninggi karena sudah tiga kali nihil respon. “Oh kamu manggil aku ya Nggie, maaf maaf. Ada apa?” jawabnya seperti tidak punya rasa bersalah saja. “Asik terus dengan gadget andalanmu itu, sebenarnya aku mau ngomong sama kamu. Tapi gara gara gadget itu. Aku nggak jadi.” kesalku pada Melisa. “Marah ni ye, ya deh aku minta maaf” bujuknya dengan sepatah kata manis bagai mera...
Search This Blog
Programmer SMK Zainul Hasan Genggong